Dor…dor…dor…Suara tembakan senapan terdengar di halaman Kantor Bupati
Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan tengah
(Kalteng), Senin (17/8). Siang itu, sekira pukul 10.00 WIB, sejumlah
orang bertiarap, mengendap-ngendap dan saling baku tembak.
Namun bukan
betulan, itu hanya drama. Puluhan orang tersebut melakukan aksi
teatrikal dari unsur TNI, Paguyuban Sepeda Ontel ( PASTHEL KOBAR ) dan sejumlah warga
Pangkalan Bun seusai gelaran Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan
Indonesia ke-70 di Halaman Kantor Bupati Kobar.
Menurut salah seorang pemeran aksi teatrikal perang, Mohamad Edy
Wibowo, aksi tersebut semata-mata untuk memperingati hari kemerdekaan
NKRI. Hikmahnya, dalam merebut kemerdekaan tidaklah mudah. Tak hanya
berkorban harta, merebut kemerdekaan para pejuang rela berkorban nyawa.
Dalam aksi teatrikal ini, tak kurang dari 30 orang yang ikut serta. 7
orang berperan sebagai pihak Penjajah dan sisanya para pejuang
Indonesia. Meski tanpa peralatan perang yang canggih, para pejuang
berhasil memenangkan perang yang ini diilustrasikan saat perang di Kumai
yang dipimpin oleh Panglima Utar.
Sementara itu, Bupati Kobar, Ujang Iskandar berharap, peringatan HUT RI
ke-70 ini bisa menjadi titik tolak masyarakat untuk lebih memajukan
daerah di segala bidang. Masyarakat dituntut untuk bisa mengisi
kemerdekaan dengan hal kreatif dan inovatif. Msyarakat pun diharapkan
menjadi bagian dari setiap pembangunan.